Showing posts with label kisah hidup. Show all posts
Showing posts with label kisah hidup. Show all posts

Wednesday, July 31, 2019

Simfoni pilu

Pernahkah kau melukis pelangi dikala awan sedang gelap dan gersang
Apakah kau mewarnainya dengan kuat seperti tuba dan pekat bagai tinta
Ataukah pelangi memudar karena warnanya disapu oleh hujan yang berlari menjauh ke ujung sana
Akhh biarlah itu menjadi rahasiaNya

Katanya bunga mekar karena penuh cinta dan kasih yang mesra
Biarkan dia berkembang mengikuti mentari dan layu kemudian
Tapi kenapa mereka membunuhnya dan memasukkan kedalam kubangan-kubangan jahat dan membuat sang kembang tak bisa bernafas lembut
Katanya mereka suka aroma semerbak tapi mengapa mereka memberi aroma palsu dan mematahkan harapan yang akan menjadi buah nantinya

Katanya danau itu indah di senja hari dikala sang mentari mendekat
Pijarkan lembayung yang selembut sutra dipenghujung waktu
Pantulkan warna temaram pelembut hati yang gundah gulana
Tapi lihatlah teliti
Banyak borok borok mewah didalamnya
Ada jejak nyata membuat warnanya menjadi gelap
Dikala sang manusia membawa sisa dirinya dan tak merasa berdosa
Mengalir ke ujung hutan dan menghancurkan semuanya
Bagaikan bom waktu yang perlahan mendekat dan sakit

Wednesday, October 10, 2018

Hampa

Adakah terlihat ujung kisah itu berakhir?
Berhenti berdetak walau hanya sejenak dan terlelap
Ataukah hampa dan gamang yang dirasa oleh hati
Tak bisa digapai oleh mata namun terasa menyengat dirasuki oleh jiwa
Apakah aku tak layak bahagia wahai engkau pemilik tahta itu?
Berlomba lomba setiap makhluk mengejar matahari disana
Berharap bias sinarnya menerpa dan beri kekuatan
Aku bisa apa?

Thursday, May 31, 2018

Aku

Aku adalah pemimpi kisah sejati
Berharap pada keajaiban cinta penuh kasihan
Bersenandung merdu melewati angkasa raya
Mengumandangkan gegap gempitaku
Aku adalah aku
Aku hidup
Aku nyata
Aku sejati
Aku harapan
Bersemedi diantara khayalan
Bertelut di tepi jurang kehidupan penuh amarah bergejolak
Suara nyaring menerjang telingaku dan membuatku tuli akan kisah mereka
Aku tak peduli akhirnya pada semua cerita
Aku adalah aku yang dahulu
Menjelma bersama siang yang terik menuju malam yang kelam
Yang meninggalkan jejak lewat senja yang menghampiri
Seumpama ilalang hijau di terpa panas
Menghitam dan musnah jua ujungnya
Meninggalkan sembilu yang mengintai merobek halus sang urat nadi
Aku tetap aku

Tuesday, January 16, 2018

Selamat pagi

Seumpama  malam yang beranjak ke ujung cahaya
Perlahan dingin nya pun menghindari cahaya nun jauh di ufuk timur
Bersama lantunan nada alam yang berkumandang merdu di jagad raya
Seirama bayu yang mengalunkan  lambaian ayat ayat cinta nya
Semuanya indah sediakala
Hanyalah sebuah cerita penghangat diri di awal kisah ini
Bersama untaian kata yang tertata rapi disana
Disapa oleh setiap nyawa yang terpisah oleh kerinduan semuanya berpadu di antara megahnya  duniawi

Sunday, December 10, 2017

Egois

Sekian lamanya waktu ku tunggu
Ku rela tak beranjak dari tempatku berada
Berpayungkan awan gelap berselimutkan debu beterbangan
Aku tak juga bergerak

Aku tak bisa pahami seperti apa jadinya ceritakan mimpi di tengah kemelut membelit
Tak mampu ku pejamkan mata walau sesaat lamanya
Sirna segala apa yang telah di antarkan oleh pemilik cinta
Hanya kesombongan belaka bertopengkan kepalsuan
Aku tak juga jera

Aku masih tetap disana
Disudut gelap menanti senja menjemputku
Sembari mulut ku berkomat kamit tak beraturan
Apakah makna yang telah kulakukan sepanjang jalan kenanganku
Aku pun tak tau apa yang terjadi
Semuanya seperti sungai yang mengalir

Monday, October 30, 2017

Masih disini

Aku masih disini
Bersama dengan mentari yang setia bersinar
Mencari segenap penghuni isi jiwa
Berkelana sejauh mata memandang dan berharap aku tak kesepian sendiri
Aku pernah berjanji bahwa dunia ku pandang selalu
Dari kejauhan tatapanku terpahat hanya dirinya sendiri
Tak beranjak walau sejengkal kakiku ini
Hanya terdiam tiada pengharapan
Aku masih tetap disini
Bernyanyi diantara kesepian yang melanda
Sayup ku lihat ke depanku dan tak ada kutemukan kedamaian
Hanyalah hampa yang menjadi jawaban dari segala pertanyaan
Keabadian seakan menjadi ilusi saja
Semuanya palsu
Aku akan tetap berdiri tegak sendiri disini
Bersama netra kecilku yang menatap ke langit biru
Kurentangkan kedua tangan ku menantang bayu
Ku teriak dan semakin terasa kekosongan di hadapanku
Aku ternyata sendiri disini

Palsu

Bertuturlah kisah diantara seorang insan
Ketika hatinya berkelana kepada sesosok makhluk sempurna
Penuh idaman penuh pesona terselubung
Namun tiada daya tiada upaya perlakuannya
Hanyalah mengikut dari kejauhan saja
Mengerling ketika bertatap mata
Raga serasa dihempas jauh kebawah
Naluri ikut bergelora menghempas karang
Penuh semangat yang siap membakar raga
Namun semuanya hanya sebuah cerita semata
Takkan pernah ada namanya pemilik kapalnya yang ingin berlabuh
Di kejauhan dia memandang saja
Rupanya ilusi yang mengikuti jejaknya
Sejenak ia jatuh bersimpuh
Tak mampu lagi berujar walau satu kata
Seolah semuanya hilang tak berbekas dan musnah
Dia hampa dan hanya mampu melipat kedua tangannya seraya berkata aku jatuh kini

Monday, October 9, 2017

Sakit

Semalam kisah kita tidak berujung bahagia
Cerita yang kini menjadi sebuah dilema diantara dua dunia
Terpaut diantara bayang bayang yang semakin menyilaukan netra
Aku tak bisa apa apa lagi
Kini senja sudah mulai mendekat dan angin laut menyapaku
Menyelami kedalam relung hati yang semakin keropos
Aku sendirian berdiri disini
Perlahan sinar mentari semakin pudar
Hilang ditelan waktu yang bergelora untuk menerjang
Ketika asa pudar dan mulai hilang perlahan
Aku masih tetap disini sendiri
Kelam melindungi ku di balik dedaunan
Menatap mentari yang beranjak meninggalkan jejaknya
Air mata perlahan jatuh melintasi pipi
Jatuh ke bumi dan tak kembali lagi
Namun aku tetap disini

Hitam ku

Apa kabar hitam untuk dunia
Yang mengejek betapa sempurna nya dirinya
Yang menjatuhkan hukuman bagi setiap pecinta terang
Yang mampu meluluhlantakkan segala aral di hadapannya
Dia tak bergeming tak beranjak
Kepingan amarah kian merasuk dan menjelma menjadi bongkahan dendam
Yang akan meledak ketika kebaikan melingkupi
Hentakan kaki pun menggetarkan bumi
Sangkakala pun seakan tertawa dengan nyaringnya
Semuanya itu adalah lukisan nyata
Setiap mata akan memandang dan berkata
Aku hitam

Thursday, October 5, 2017

Andai

Ketika matahari tertutupi oleh awan putih
Kau melihat seolah dia gelap
Terselubung disembunyikan oleh sang bayu
Nun jauh diatas sana dia tetap membara dan silau
Ketika setiap raga Berselimutkan kepalsuan yang kau tak tau
Kau melihatnya seakan mereka adalah makhluk fana nan papa
Menengadah seakan mereka hamba dunia Bertelut dengan sang mentari yang membakarnya
Kau tetap melihat apapun yang Kau lihat benar
Itulah adanya mereka
Ketika hidup selama ini seakan berhenti berputar
Dan melepaskan segala beban yang menghimpit nyawa yang bertuankan si kaya
Melebur bersama emosi yang semakin pongah dan tak mampu digilas sang waktu
Detik demi waktu seakan pergi meninggalkan jejaknya padamu
Ketika senja temaram digantikan oleh malam yang gelap di ujung sana
Jangan kau pernah mengusik kisah ilahi yang tertata rapi
Rapuhnya dahan seolah kau kan mengusir ketakutan dia kan melukai ragamu
Sesungguhnya dia sudah tiba waktunya untuk berhenti berharap dan tumbuh kembali
Bumi pun akan menerima dan menenggelamkannya bersama dengan dedaunan yang kering membungkus tulang
Ketika jejak langkah terhapus oleh waktu yang berputar
Tak usah kau hiraukan dia
Biarkan dirinya berkelana sendiri dan mengumpulkan kisah sejati nyata nya yang akan menjadi catatan dalam setiap suratan takdirnya
Jangan kau pernah berkata seolah kau adalah tuan segalanya
Jalan takkan selalu rata namun engkau harus tetap melangkah

Sang pencari kehidupan

Sejuta kata terucap dari bibir
Melepaskan dahaga akan kehilangan segalanya
Ketika mentari mengusir malam kelam
Berganti dengan jingga kemilau di ufuk timur
Senantiasa dalam jangkauan hati dan jiwa yang menyatu
Semua akan menjadi kenangan
Serentak barisan sang pencari nafkah melangkah tegap kedepan
Teteskan peluh yang menyibak daging
Melawan cahaya menuju ke ujung jalan
Mencari arti hidup bersama waktu yang mengiringi langkah kaki ini
Menjejakkan langkah demi langkah mengusir ketakutan di jiwa
Akan kerasnya cerita hidup di dunia
Semuanya itu adalah lukisan nyata terpampang jelas di depan mata
Berharap awan kan melingkupi dan menyembuhkan luka raga
Seumpama ilalang hijau berubah menjadi hitam bersama kenangan yang terbakar oleh masalah
Namun hidup tetap berjalan