Showing posts with label kisahku. Show all posts
Showing posts with label kisahku. Show all posts

Friday, June 22, 2018

Ayah

Di tengah hujan aku sendiri
Mengenang jutaan kisah yang pernah terjadi di masa lalu
Kerinduan yang kian menggebu tak jua membuatku mampu berdiri
Ada kalanya aku menangis dalam diam seorang diri disini
Tak ada yang mengusap air mata yang terjatuh kini
Tak ada lagi alunan semangat yang menggelora di tepi gubuk
Tak ada lagi senda gurau yang sama seperti dulu
Tak ada lagi apapun sekarang

Dalam kesendirianku terbayang jelas wajahmu terpatri di hadapku
Aku terpaku akan hadirmu kini
Namun semuanya hanyalah sebuah kisah tak berujung bersama hujan dan kelam

Aku seolah tegar seperti batu karang
Terlihat kuat walau dikikis oleh hempasan gelombang menerjang
Akhirnya rapuh dan terjatuh jua
Aku tak bisa tanpamu,tanpa dirimu dan tanpa kasihmu
Aku bisa apa
Ayah

Wednesday, February 14, 2018

Senja

Ditepian hati yang kini merapuh bersama perihnya raga tertusuk sembilu
Meninggalkan seribu luka yang kian menganga dan membusuk hancur
Seperti asa yang kian redup di tiup oleh bayu yang melintas
Semua tak lagi sama kini
Berjuta untaian kata yang terpadat rapi pun kini hancur berantakan  di hempas badai yang bergejolak
Tiada apapun yang tersisa olehnya
Hanyalah kelam dan gersangnya yang menemani semua kisahku yang enggan menepi
Aku tak bisa apa apa

Tuesday, January 16, 2018

Selamat pagi

Seumpama  malam yang beranjak ke ujung cahaya
Perlahan dingin nya pun menghindari cahaya nun jauh di ufuk timur
Bersama lantunan nada alam yang berkumandang merdu di jagad raya
Seirama bayu yang mengalunkan  lambaian ayat ayat cinta nya
Semuanya indah sediakala
Hanyalah sebuah cerita penghangat diri di awal kisah ini
Bersama untaian kata yang tertata rapi disana
Disapa oleh setiap nyawa yang terpisah oleh kerinduan semuanya berpadu di antara megahnya  duniawi

Sunday, December 10, 2017

Egois

Sekian lamanya waktu ku tunggu
Ku rela tak beranjak dari tempatku berada
Berpayungkan awan gelap berselimutkan debu beterbangan
Aku tak juga bergerak

Aku tak bisa pahami seperti apa jadinya ceritakan mimpi di tengah kemelut membelit
Tak mampu ku pejamkan mata walau sesaat lamanya
Sirna segala apa yang telah di antarkan oleh pemilik cinta
Hanya kesombongan belaka bertopengkan kepalsuan
Aku tak juga jera

Aku masih tetap disana
Disudut gelap menanti senja menjemputku
Sembari mulut ku berkomat kamit tak beraturan
Apakah makna yang telah kulakukan sepanjang jalan kenanganku
Aku pun tak tau apa yang terjadi
Semuanya seperti sungai yang mengalir

Monday, October 30, 2017

Masih disini

Aku masih disini
Bersama dengan mentari yang setia bersinar
Mencari segenap penghuni isi jiwa
Berkelana sejauh mata memandang dan berharap aku tak kesepian sendiri
Aku pernah berjanji bahwa dunia ku pandang selalu
Dari kejauhan tatapanku terpahat hanya dirinya sendiri
Tak beranjak walau sejengkal kakiku ini
Hanya terdiam tiada pengharapan
Aku masih tetap disini
Bernyanyi diantara kesepian yang melanda
Sayup ku lihat ke depanku dan tak ada kutemukan kedamaian
Hanyalah hampa yang menjadi jawaban dari segala pertanyaan
Keabadian seakan menjadi ilusi saja
Semuanya palsu
Aku akan tetap berdiri tegak sendiri disini
Bersama netra kecilku yang menatap ke langit biru
Kurentangkan kedua tangan ku menantang bayu
Ku teriak dan semakin terasa kekosongan di hadapanku
Aku ternyata sendiri disini

Palsu

Bertuturlah kisah diantara seorang insan
Ketika hatinya berkelana kepada sesosok makhluk sempurna
Penuh idaman penuh pesona terselubung
Namun tiada daya tiada upaya perlakuannya
Hanyalah mengikut dari kejauhan saja
Mengerling ketika bertatap mata
Raga serasa dihempas jauh kebawah
Naluri ikut bergelora menghempas karang
Penuh semangat yang siap membakar raga
Namun semuanya hanya sebuah cerita semata
Takkan pernah ada namanya pemilik kapalnya yang ingin berlabuh
Di kejauhan dia memandang saja
Rupanya ilusi yang mengikuti jejaknya
Sejenak ia jatuh bersimpuh
Tak mampu lagi berujar walau satu kata
Seolah semuanya hilang tak berbekas dan musnah
Dia hampa dan hanya mampu melipat kedua tangannya seraya berkata aku jatuh kini

Thursday, October 5, 2017

Andai

Ketika matahari tertutupi oleh awan putih
Kau melihat seolah dia gelap
Terselubung disembunyikan oleh sang bayu
Nun jauh diatas sana dia tetap membara dan silau
Ketika setiap raga Berselimutkan kepalsuan yang kau tak tau
Kau melihatnya seakan mereka adalah makhluk fana nan papa
Menengadah seakan mereka hamba dunia Bertelut dengan sang mentari yang membakarnya
Kau tetap melihat apapun yang Kau lihat benar
Itulah adanya mereka
Ketika hidup selama ini seakan berhenti berputar
Dan melepaskan segala beban yang menghimpit nyawa yang bertuankan si kaya
Melebur bersama emosi yang semakin pongah dan tak mampu digilas sang waktu
Detik demi waktu seakan pergi meninggalkan jejaknya padamu
Ketika senja temaram digantikan oleh malam yang gelap di ujung sana
Jangan kau pernah mengusik kisah ilahi yang tertata rapi
Rapuhnya dahan seolah kau kan mengusir ketakutan dia kan melukai ragamu
Sesungguhnya dia sudah tiba waktunya untuk berhenti berharap dan tumbuh kembali
Bumi pun akan menerima dan menenggelamkannya bersama dengan dedaunan yang kering membungkus tulang
Ketika jejak langkah terhapus oleh waktu yang berputar
Tak usah kau hiraukan dia
Biarkan dirinya berkelana sendiri dan mengumpulkan kisah sejati nyata nya yang akan menjadi catatan dalam setiap suratan takdirnya
Jangan kau pernah berkata seolah kau adalah tuan segalanya
Jalan takkan selalu rata namun engkau harus tetap melangkah