Terpesona sang bayu akan ronamu
Indah sempurna akan warnamu
Sekejap mata ku dibutakan olehmu
Takkan sanggup beranjak meninggalkannya disini
Takkan abadi jua dikau
Perlahan gelap melingkupi semuanya dan mendukungmu dalam kekejaman gelap
Tak bisa diganti menjadi lebih mudah untuk melakukan sesuatu yang tulus
Sejenak menikmati keindahan opera hidup di hadapanku
Terurai ceritanya akan mahadaya sang pencinta alam
Bersorak menerjang tak bisa dihentikan walau sesaat saja
Menghilangkan kini pujaan ku takkan ku tahu apakah dia kan kembali esok hari
Asaku terombang-ambing di antara penghuni raga
Tak bisa bercerita ditengah warnanya kini
Aku menangisi semua kebodohan yang menjadi penyesalan
Sebuah sesal tak terlupakan perih didada
Sejenak merindukan bayangin
Akankah kita bertemu di batas senja
Monday, April 6, 2015
Saturday, March 21, 2015
pemuja rahasia
dibalik raga yang terselubung
diantara ada dan tiada cerita nyata
tersimpan berjuta rasa yng tak mampu terungkapkan
hening bersama gelapnya cahaya yang bersinar enggan
tak sanggup untuk mengembangkan payung-payung hati
bahkan bunga ditaman pun enggan mekar dibuai bayu
laksana kemilau yang palsu ditebarkan hawa gersang
tak mampu berdiri tegak diantara titian penopang
hanyalah sebuah emosi yang terucap lewat bahasa tubuh
menari seakan dia mendengar apa yang kumau
ternyata dia seperti mimpi yang terlihat nyata di depan mata
bagaikan sebuah fatamorgana
sempurna menjadi kata terakhir yang bisa ku ukir di pepohonan alam
menulis segala rasa diatas kertas putih berbentuk sebuah benda tak berwujud
apakah dia tahu apa itu cinta?
bisakah angin menyampaikan tanpa berdusta nantinya
aku tak sanggup untuk mendusta di bibir palsu lagi
tersiksa begitu sakit tak terhingga
mati pun ternyata hanyalah sebuah kata yang indah namun menyakitkan
agar hilang semua apa yang ada di akal budi ini
sejenak menjadi sebuah mimpi tak berujung
diantara ada dan tiada cerita nyata
tersimpan berjuta rasa yng tak mampu terungkapkan
hening bersama gelapnya cahaya yang bersinar enggan
tak sanggup untuk mengembangkan payung-payung hati
bahkan bunga ditaman pun enggan mekar dibuai bayu
laksana kemilau yang palsu ditebarkan hawa gersang
tak mampu berdiri tegak diantara titian penopang
hanyalah sebuah emosi yang terucap lewat bahasa tubuh
menari seakan dia mendengar apa yang kumau
ternyata dia seperti mimpi yang terlihat nyata di depan mata
bagaikan sebuah fatamorgana
sempurna menjadi kata terakhir yang bisa ku ukir di pepohonan alam
menulis segala rasa diatas kertas putih berbentuk sebuah benda tak berwujud
apakah dia tahu apa itu cinta?
bisakah angin menyampaikan tanpa berdusta nantinya
aku tak sanggup untuk mendusta di bibir palsu lagi
tersiksa begitu sakit tak terhingga
mati pun ternyata hanyalah sebuah kata yang indah namun menyakitkan
agar hilang semua apa yang ada di akal budi ini
sejenak menjadi sebuah mimpi tak berujung
Friday, March 20, 2015
hancur
bayang itu semakin nyata
mengejar diriku ketepian mimpi dan berharap kan melumat ku diam-diam
terseok-seok ku berlari membawa tubuh kerdil tak berguna ini
bersembunyi kedalam gelapnya malam yang sekiranya mau menerimaku
tak ingin muncul lagi dihadapan cahaya yang membakar ragaku
karena aku tak bisa menyiram diriku dengan air surga lagi
aku hanyalah patung yang tak bisa apa-apa
menerima derita dengan sekuat bumi kan menimpaku dengan pongahnya
pasrah adalah kata terakhir yang bisa kutelan
dan bayang itu selalu mengikutiku dari belakang
tak hentinya dia ingin menerkamku,menghancurkanku dengan kekuatannya
tak diberikannya aku setitik nada apapun yang mampu membuatku mati
aku hanyalah cerita tak berujung bahagia
terhalang oleh kasih alam di batinku
terperangkap didalam sebuah ilusi
mengejar diriku ketepian mimpi dan berharap kan melumat ku diam-diam
terseok-seok ku berlari membawa tubuh kerdil tak berguna ini
bersembunyi kedalam gelapnya malam yang sekiranya mau menerimaku
tak ingin muncul lagi dihadapan cahaya yang membakar ragaku
karena aku tak bisa menyiram diriku dengan air surga lagi
aku hanyalah patung yang tak bisa apa-apa
menerima derita dengan sekuat bumi kan menimpaku dengan pongahnya
pasrah adalah kata terakhir yang bisa kutelan
dan bayang itu selalu mengikutiku dari belakang
tak hentinya dia ingin menerkamku,menghancurkanku dengan kekuatannya
tak diberikannya aku setitik nada apapun yang mampu membuatku mati
aku hanyalah cerita tak berujung bahagia
terhalang oleh kasih alam di batinku
terperangkap didalam sebuah ilusi
tak dianggap
terlalu lama diriku terpendam dalam lara yang tak berujung
sakit tak bisa kuhalangi,hanyalah air mata yang setia bersamaku
menemaniku bersama dalam kesepian hatiku
aku sendiri namun tak mengapa
karena aku hanyalah seorang bayang ilusi
berpendar mengitari cahaya silau namun tak terbiaskan olehnya
sedih memang namun harus kutrima adanya
sakit tak bisa kuhalangi,hanyalah air mata yang setia bersamaku
menemaniku bersama dalam kesepian hatiku
aku sendiri namun tak mengapa
karena aku hanyalah seorang bayang ilusi
berpendar mengitari cahaya silau namun tak terbiaskan olehnya
sedih memang namun harus kutrima adanya
Saturday, January 31, 2015
gundah
ketika angin berhembus sayang
dia kan bercerita kemana dia perginya tadi
mungkin disana terselip sebuah kisah hatimu yang kini beku oleh waktu
apakah itu ada kau rasakan sayang
berjuta bintang yang bertaburan di jagad raya sana
berbaur bersama mimpimu yang entah dimana kini
menyatu dalam gelap gulitanya hati yang sempurna berbalutkan malam kelam
dia kan bercerita kemana dia perginya tadi
mungkin disana terselip sebuah kisah hatimu yang kini beku oleh waktu
apakah itu ada kau rasakan sayang
berjuta bintang yang bertaburan di jagad raya sana
berbaur bersama mimpimu yang entah dimana kini
menyatu dalam gelap gulitanya hati yang sempurna berbalutkan malam kelam
Sunday, January 11, 2015
putus asa
disaat semua batasan menjadi kabur dan berubah ilusi
apakah itu salah dan durhaka?
berdosakah diriku jika setiap kata tak bermakna dan usang dimakan waktu?
mengapakah harus seirama semua arahan bayu tak berpaling sedikit pun jua untuk menentang waktu
aku melawan nirwana dalam batin yang terkungkung oleh gelapnya malam
dan jikalau bintang pun enggan menari untukku tak mengapa cukuplah bayu yang menelisik telingaku
dan akan ku dengar bisikannya
biarlah aku menangis tanpa air mata lagi karena aku pun tak ingin mennyanyi lagi
apakah itu salah dan durhaka?
berdosakah diriku jika setiap kata tak bermakna dan usang dimakan waktu?
mengapakah harus seirama semua arahan bayu tak berpaling sedikit pun jua untuk menentang waktu
aku melawan nirwana dalam batin yang terkungkung oleh gelapnya malam
dan jikalau bintang pun enggan menari untukku tak mengapa cukuplah bayu yang menelisik telingaku
dan akan ku dengar bisikannya
biarlah aku menangis tanpa air mata lagi karena aku pun tak ingin mennyanyi lagi
sepucuk surat buat Tuhan
buatmu pencipta hatiku
menyalakan seribu nyawa terpakukan oleh hati yang tulus ikhlas
disetiap waktuku selalu memujamu senantiasa
tiada aral yang mematahkan segala semangat mudaku dalam mengarungi
dan mencari arti kehadiranmu didalam tubuhku
yang mampu mengguncang naluriku mengejar setiap asa yang kau turunkan
bergetar asa dalam pelukanku
kepadamu sang pemberi jiwa
menengadah ronaku melihat guratan tangan indahmu
tak kuasa bibirku mengucap sebait kata
diantara batas sadarnya yang seolah hilang akal
takkan pernah lagi terlihat sempurnamu selamanya
maha dahsyat
dan akhirnya hatiku pun mengucap dengan lirih
kututp semua pembicaraan kita dengan hikmad dalam keheningan
menyalakan seribu nyawa terpakukan oleh hati yang tulus ikhlas
disetiap waktuku selalu memujamu senantiasa
tiada aral yang mematahkan segala semangat mudaku dalam mengarungi
dan mencari arti kehadiranmu didalam tubuhku
yang mampu mengguncang naluriku mengejar setiap asa yang kau turunkan
bergetar asa dalam pelukanku
kepadamu sang pemberi jiwa
menengadah ronaku melihat guratan tangan indahmu
tak kuasa bibirku mengucap sebait kata
diantara batas sadarnya yang seolah hilang akal
takkan pernah lagi terlihat sempurnamu selamanya
maha dahsyat
dan akhirnya hatiku pun mengucap dengan lirih
kututp semua pembicaraan kita dengan hikmad dalam keheningan
Subscribe to:
Posts (Atom)