bayang itu semakin nyata
mengejar diriku ketepian mimpi dan berharap kan melumat ku diam-diam
terseok-seok ku berlari membawa tubuh kerdil tak berguna ini
bersembunyi kedalam gelapnya malam yang sekiranya mau menerimaku
tak ingin muncul lagi dihadapan cahaya yang membakar ragaku
karena aku tak bisa menyiram diriku dengan air surga lagi
aku hanyalah patung yang tak bisa apa-apa
menerima derita dengan sekuat bumi kan menimpaku dengan pongahnya
pasrah adalah kata terakhir yang bisa kutelan
dan bayang itu selalu mengikutiku dari belakang
tak hentinya dia ingin menerkamku,menghancurkanku dengan kekuatannya
tak diberikannya aku setitik nada apapun yang mampu membuatku mati
aku hanyalah cerita tak berujung bahagia
terhalang oleh kasih alam di batinku
terperangkap didalam sebuah ilusi
No comments:
Post a Comment