dibalik raga yang terselubung
diantara ada dan tiada cerita nyata
tersimpan berjuta rasa yng tak mampu terungkapkan
hening bersama gelapnya cahaya yang bersinar enggan
tak sanggup untuk mengembangkan payung-payung hati
bahkan bunga ditaman pun enggan mekar dibuai bayu
laksana kemilau yang palsu ditebarkan hawa gersang
tak mampu berdiri tegak diantara titian penopang
hanyalah sebuah emosi yang terucap lewat bahasa tubuh
menari seakan dia mendengar apa yang kumau
ternyata dia seperti mimpi yang terlihat nyata di depan mata
bagaikan sebuah fatamorgana
sempurna menjadi kata terakhir yang bisa ku ukir di pepohonan alam
menulis segala rasa diatas kertas putih berbentuk sebuah benda tak berwujud
apakah dia tahu apa itu cinta?
bisakah angin menyampaikan tanpa berdusta nantinya
aku tak sanggup untuk mendusta di bibir palsu lagi
tersiksa begitu sakit tak terhingga
mati pun ternyata hanyalah sebuah kata yang indah namun menyakitkan
agar hilang semua apa yang ada di akal budi ini
sejenak menjadi sebuah mimpi tak berujung
No comments:
Post a Comment