Sunday, December 10, 2017

Egois

Sekian lamanya waktu ku tunggu
Ku rela tak beranjak dari tempatku berada
Berpayungkan awan gelap berselimutkan debu beterbangan
Aku tak juga bergerak

Aku tak bisa pahami seperti apa jadinya ceritakan mimpi di tengah kemelut membelit
Tak mampu ku pejamkan mata walau sesaat lamanya
Sirna segala apa yang telah di antarkan oleh pemilik cinta
Hanya kesombongan belaka bertopengkan kepalsuan
Aku tak juga jera

Aku masih tetap disana
Disudut gelap menanti senja menjemputku
Sembari mulut ku berkomat kamit tak beraturan
Apakah makna yang telah kulakukan sepanjang jalan kenanganku
Aku pun tak tau apa yang terjadi
Semuanya seperti sungai yang mengalir

Sunday, November 19, 2017

Senja

Aku masih disini seorang diri
Menatap sang waktu yang beranjak meninggalkan diriku sendiri
Perlahan cahayanya semakin menjauh dan hilang
Dan gelap gulita melingkupi ragaku
Aku masih disini

Sepi yang kurasakan kini semakin merajam jauh menusuk kalbu
Tak seorang pun yang melihat aku terjatuh
Betapa pilu hatiku
Gelap pun ikut meninggalkan aku bersama mimpiku yang semakin menjauh

Tuesday, October 31, 2017

Matahari di ujung senja

Aku diam
Aku pilu
Aku terluka
Aku menangis
Aku tersesat
Tapi tak pernah terbersit mengakhiri masa ini
Aku diam saja
Ketika matahari beranjak meninggalkan diriku
Dan pergi membawa cahaya bersamanya
Meninggalkan kelam yang mengintip di kejauhan di penghujung waktu

Aku pilu seorang diri tiada apapun
Hanyalah sepi bertemankan kegelapan disini
Ketika sang waktu mengitari dan hanya melirik saja
Aku tak apa-apa
Aku hanyalah malam tanpa sinar bulan purnama
Tak juga menjadi matahari ketika tiba di ufuk timur

Aku terluka ketika melangkahkan kakiku ini
Terseok seok melintas di tajamnya kerikil yang menggoyahkan pendirian batin kecilku
Pedihnya menghujam jauh kedalam hati
Dan membuat lubang besar nan menganga di situ
Tak bisa ku tebak apakah dia sembuh ataukah akan mati bersama sang waktu

Aku menangis tanpa penopang tanpa tongkat
Aku tak bisa menjadi diriku kini
Kelam sudah membawa cahaya yang menjadi temanku
Tak diberikannya aku kehangatan dan kasihnya
Aku menggigil kedinginan di sudut malam
Tiada pembungkus tulang kerdil nan papa ini
Aku merasa tak berguna

Aku tersesat ternyata
Cerita ini tak berujung pada waktunya
Hanyalah pergi dan takkan bisa kembali lagi
Rembulan samar samar mengejek ku di atas sana
Tapi dia bersembunyi dibalik awan yang tak ingin berteman dengan ku
Aku tak bisa apa saja
Hanyalah mengikut kemana angin bertiup
Aku melangkahkan seluruh kehidupan yang semakin terasa kosong melanda diri
Aku diam

Monday, October 30, 2017

Masih disini

Aku masih disini
Bersama dengan mentari yang setia bersinar
Mencari segenap penghuni isi jiwa
Berkelana sejauh mata memandang dan berharap aku tak kesepian sendiri
Aku pernah berjanji bahwa dunia ku pandang selalu
Dari kejauhan tatapanku terpahat hanya dirinya sendiri
Tak beranjak walau sejengkal kakiku ini
Hanya terdiam tiada pengharapan
Aku masih tetap disini
Bernyanyi diantara kesepian yang melanda
Sayup ku lihat ke depanku dan tak ada kutemukan kedamaian
Hanyalah hampa yang menjadi jawaban dari segala pertanyaan
Keabadian seakan menjadi ilusi saja
Semuanya palsu
Aku akan tetap berdiri tegak sendiri disini
Bersama netra kecilku yang menatap ke langit biru
Kurentangkan kedua tangan ku menantang bayu
Ku teriak dan semakin terasa kekosongan di hadapanku
Aku ternyata sendiri disini

Palsu

Bertuturlah kisah diantara seorang insan
Ketika hatinya berkelana kepada sesosok makhluk sempurna
Penuh idaman penuh pesona terselubung
Namun tiada daya tiada upaya perlakuannya
Hanyalah mengikut dari kejauhan saja
Mengerling ketika bertatap mata
Raga serasa dihempas jauh kebawah
Naluri ikut bergelora menghempas karang
Penuh semangat yang siap membakar raga
Namun semuanya hanya sebuah cerita semata
Takkan pernah ada namanya pemilik kapalnya yang ingin berlabuh
Di kejauhan dia memandang saja
Rupanya ilusi yang mengikuti jejaknya
Sejenak ia jatuh bersimpuh
Tak mampu lagi berujar walau satu kata
Seolah semuanya hilang tak berbekas dan musnah
Dia hampa dan hanya mampu melipat kedua tangannya seraya berkata aku jatuh kini

Tuesday, October 17, 2017

Bebas

Ketika anda berkumandang melintasi jagad raya
Serentak naluri ku beranjak mengikut pandangan mata hati
Batin ku bergejolak melawan takdir yang mengikat
Aku tak mampu hanya diam tanpa kata ataupun membisu diantara gejolak yang menghempas raga
Seirama si penguasa langit bernyanyi merdu
Mengepakkan kedua sayap indahnya yang mengukir di angkasa raya
Berkelok indah bagaikan lukisan alam yang sudah di bentuk oleh kesempurnaan
Bebas dan bebas tiada hambatan
Segala aral melintang menjadi sebuah kabut semalaman yang pudar di hela sang mentari pagi
Sempurna

Monday, October 9, 2017

Sakit

Semalam kisah kita tidak berujung bahagia
Cerita yang kini menjadi sebuah dilema diantara dua dunia
Terpaut diantara bayang bayang yang semakin menyilaukan netra
Aku tak bisa apa apa lagi
Kini senja sudah mulai mendekat dan angin laut menyapaku
Menyelami kedalam relung hati yang semakin keropos
Aku sendirian berdiri disini
Perlahan sinar mentari semakin pudar
Hilang ditelan waktu yang bergelora untuk menerjang
Ketika asa pudar dan mulai hilang perlahan
Aku masih tetap disini sendiri
Kelam melindungi ku di balik dedaunan
Menatap mentari yang beranjak meninggalkan jejaknya
Air mata perlahan jatuh melintasi pipi
Jatuh ke bumi dan tak kembali lagi
Namun aku tetap disini