nyanyikanlah nyanyikanlh wahai burung di angkasa
seuntai rasa rinduku pada dirinya
betapa ku sangat mengamini ingin bertemu disana
diantara sinar yang terpancar cerah di langit biru
alunan nada yang mengalun merdu memanggil sepi
dedaunan ikut bergoyang diiringi rerumputan nan gemulai menari
menceritakan akan sang kekasih hati yang tiada kesampaian dimana gerangan?
bertalu-talu genderang hati melonjakkan suara menghentak raga
seirama dengan senandung yang tiada henti untuk mencari
bertemu sapa diantara batas alam yang samar-samar
aku rindu
Sunday, December 8, 2013
Monday, December 2, 2013
waktu
tersenyumlah mentari diatas sana
tersenyum walau panasnya membakar jiwa
tiada henti menyinarkan auranya yang pasti
hingga sang waktu menjemputnya
bermain diantara arak-arakan awan putih nan suci
gemulai nian gerakannya seperti putri kahyangan
lembut bak sutra keindahannya
menghitung waktu apakah pasti?
bermain dengan angkasa luas apakah bisa
ditemani bumi bergerak apakah nyata
apakah itu bisa?
apakah itu nyata?
apakah itu kiasan semata?
tersenyum walau panasnya membakar jiwa
tiada henti menyinarkan auranya yang pasti
hingga sang waktu menjemputnya
bermain diantara arak-arakan awan putih nan suci
gemulai nian gerakannya seperti putri kahyangan
lembut bak sutra keindahannya
menghitung waktu apakah pasti?
bermain dengan angkasa luas apakah bisa
ditemani bumi bergerak apakah nyata
apakah itu bisa?
apakah itu nyata?
apakah itu kiasan semata?
hampa
aku lelah
aku lemah
aku letih
aku lesu
aku lunglai
aku lumpuh
aku tak bisa
diam
sepi
sunyi
tentram batin menyentuh raga
menyatu bersama nyanyian pilu
metamorfosa diatas luka yang belum kering
seirama alunan lagu kesepian
amarah yang terucap
menghantarkan sejuta rasa bersalah di dada
tak bisa apa-apa disaat sunyi hati
aku lemah
aku letih
aku lesu
aku lunglai
aku lumpuh
aku tak bisa
diam
sepi
sunyi
tentram batin menyentuh raga
menyatu bersama nyanyian pilu
metamorfosa diatas luka yang belum kering
seirama alunan lagu kesepian
amarah yang terucap
menghantarkan sejuta rasa bersalah di dada
tak bisa apa-apa disaat sunyi hati
Tuesday, November 26, 2013
nyanyian pilu
semenjak ku ada di dunia ini bertapa dalam keheningan bersama alam yang indah nan abadi
kurasakan sekujur tubuhku menari-nari mengikuti gerakan bayu yang mengitari setiap sudut ragaku
melambai searah mata angin yang mengitari
berbisik-bisik dedaunan akan kemolekan tubuhku yang gemulai diterpa sinar mentari
rumput pun ikut bergoyang ketika kudendangkan lagu cintaku yang abadi
bersama dengan sang bayu yang tiada hentinya berlari kesana kemari
namun semuanya harus berakhir ketika sayup kudengar teriakan sang gigi baja
yang tak henti-hentinya menerkam dan dengan angkuhnya menggigit tubuh sahabatku
namun dia hanya terdiam tidak ada suara tak ada gerakan
kemudian jatuh
kemudian layu
dan akhirnya tiba....
semuanya berubah ketika mereka datang dan menghancurkanku
mencabik-cabikku dengan ganas dan tiada ampun lagi
aku lemah
aku lelah
dan aku tak berdaya lagi
sampai kapankah aku akan bertahan
kuberteriak memanggil bayu namun dia hanya diam saja
ku menarika lagu indah itu namun daun dan rumput entah kemana perginya
kini kusendiri disini hanya menunggu dan menghitung waktu yang akan menjemputku nanti
kurasakan sekujur tubuhku menari-nari mengikuti gerakan bayu yang mengitari setiap sudut ragaku
melambai searah mata angin yang mengitari
berbisik-bisik dedaunan akan kemolekan tubuhku yang gemulai diterpa sinar mentari
rumput pun ikut bergoyang ketika kudendangkan lagu cintaku yang abadi
bersama dengan sang bayu yang tiada hentinya berlari kesana kemari
namun semuanya harus berakhir ketika sayup kudengar teriakan sang gigi baja
yang tak henti-hentinya menerkam dan dengan angkuhnya menggigit tubuh sahabatku
namun dia hanya terdiam tidak ada suara tak ada gerakan
kemudian jatuh
kemudian layu
dan akhirnya tiba....
semuanya berubah ketika mereka datang dan menghancurkanku
mencabik-cabikku dengan ganas dan tiada ampun lagi
aku lemah
aku lelah
dan aku tak berdaya lagi
sampai kapankah aku akan bertahan
kuberteriak memanggil bayu namun dia hanya diam saja
ku menarika lagu indah itu namun daun dan rumput entah kemana perginya
kini kusendiri disini hanya menunggu dan menghitung waktu yang akan menjemputku nanti
doaku,,,,
Tuhan dimalam yang indah ini ku datang menghiba
memohon dalam segala kerendahan hati kecilku ya Abba
dalam sepiku bersujud dihadiratmu mengharapkan belas kasih yang datang daripadaMu saja
Tuhanku,aku telah lelah menjalani setiap hari-hariku ingin rasanya berhenti saja
namun aku tak sanggup untuk melakukannya
setiap terpikirkan akan semua hal yang melanda setiap hariku tak sanggup rasanya lagi menginjak bumi
namun dengan lembut Engkau memegang tanganku dan membimbingku
dengan sabar Kau mengajariku lewat setiap hari yang boleh kujelang bersamaMu
sungguh aku bangga punya Allah seperti Engkau
memohon dalam segala kerendahan hati kecilku ya Abba
dalam sepiku bersujud dihadiratmu mengharapkan belas kasih yang datang daripadaMu saja
Tuhanku,aku telah lelah menjalani setiap hari-hariku ingin rasanya berhenti saja
namun aku tak sanggup untuk melakukannya
setiap terpikirkan akan semua hal yang melanda setiap hariku tak sanggup rasanya lagi menginjak bumi
namun dengan lembut Engkau memegang tanganku dan membimbingku
dengan sabar Kau mengajariku lewat setiap hari yang boleh kujelang bersamaMu
sungguh aku bangga punya Allah seperti Engkau
Thursday, November 21, 2013
ego sempurna
bagaikan percikan sinar terang
menghantam segala sudut kekelaman yang terlindungi oleh dinding kebisuan
menciptakan rona silau bak berlian nan berkilauan di sinari cahya indah
membutakan setiap mata yang memandangnya
tiada henti-hentinya memamerkan keindahannya
menghantarkan aura ego nan nyata
mencuri setiap siluet cerita yang ada dan hanya ingin memiliki tanpa syarat
meggusur setiap asa yang tercipta dihadapan setiap pandang raga sepi
tak tergantikan dengan apapun untuk membalasnya
hanya ingin menang dan menang
menghantam segala sudut kekelaman yang terlindungi oleh dinding kebisuan
menciptakan rona silau bak berlian nan berkilauan di sinari cahya indah
membutakan setiap mata yang memandangnya
tiada henti-hentinya memamerkan keindahannya
menghantarkan aura ego nan nyata
mencuri setiap siluet cerita yang ada dan hanya ingin memiliki tanpa syarat
meggusur setiap asa yang tercipta dihadapan setiap pandang raga sepi
tak tergantikan dengan apapun untuk membalasnya
hanya ingin menang dan menang
Thursday, November 14, 2013
Ayah
semerbak wewangian alam mengitari halaman rumah kita
menggetarkan kalbu diantara heningnya cinta kasih sejati
bernostalgia mengenang masa dahulu ketika kita bersama
betapa kerinduan itu tak pernah datang lagi dan hanya tinggal kenangan semata
semuanya tetap terngiang disanubari kecilku
tak pernah pudar walau badai menerpa
kini segalanya telah jauh berubah
tak seperti dahulu dan tidak indah lagi
namun itulah kenyataan yang harus dijalani dan tidak berhenti
seakan hanya sedetik berlalu bagaikan membalikkan telapak tangan kecilku
aku meratap pilu sendiri disini tak tahu pada siapa kutumpahkan segala sesah didada
hanya terdiam disudut senja yang kan menemani gelapku
namun kau tidak disampingku lagi
ingin kuberteriak memanggil namamu seakan kumenumpahkan segala emosiku yang tertanam jauh dalam hati kecil
agar setiap orang mendengar apa yang akan terucap dari bibirku
bahwa aku merindukanmu
menggetarkan kalbu diantara heningnya cinta kasih sejati
bernostalgia mengenang masa dahulu ketika kita bersama
betapa kerinduan itu tak pernah datang lagi dan hanya tinggal kenangan semata
semuanya tetap terngiang disanubari kecilku
tak pernah pudar walau badai menerpa
kini segalanya telah jauh berubah
tak seperti dahulu dan tidak indah lagi
namun itulah kenyataan yang harus dijalani dan tidak berhenti
seakan hanya sedetik berlalu bagaikan membalikkan telapak tangan kecilku
aku meratap pilu sendiri disini tak tahu pada siapa kutumpahkan segala sesah didada
hanya terdiam disudut senja yang kan menemani gelapku
namun kau tidak disampingku lagi
ingin kuberteriak memanggil namamu seakan kumenumpahkan segala emosiku yang tertanam jauh dalam hati kecil
agar setiap orang mendengar apa yang akan terucap dari bibirku
bahwa aku merindukanmu
Subscribe to:
Posts (Atom)