Wednesday, May 15, 2013

mimpi palsu

mentari itu kini telah beranjak pergi
menghantarkan awan kegelapan untuk menyelimuti nirwana hati
ditemani bayang-bayang semu tak bermakna
mengancurkan indahnya senja

bayangmu kini menari-nari mengitari peraduanku
membuatku semakin tak karuan untuk melepasmu
terlalu berarti untuk ku kenang semua namun itulah adanya
musnah

betapa ku tak pilu kini
sesaat kurasakan indahnya dunia ini
dan harus kembali lagi ke belakang layar


Wednesday, May 8, 2013

panah asmara

sayangku..
pandangan matamu bagaikan lirikan dewa asmara
menghujam jauh ke dasar hati kecilku
membuatku diam dan tak bisa berontak lagi
kau telah memanahku dengan panah api asmaramu
terasa panasnya membakar jiwaku yang gersang

sayangku..
aroma dan suara jejakmu membuatku terlena
tak bisa beranjak walau sejengkal pun itu
terdiam membisu daku kau buat
kau telah meracuniku..

sayangku...
mengapa harus lemah ragaku disaat engkau mendekat padaku
segitu kuatkah nafas cintamu sehingga merasuk kedalam jantung
melewati wajah letih dan mata batinku yang menjadi buta karena aura dirimu

sayangku..
panah asmaramu sangat kuat menusuk dan tak bisa kucabut lagi

makna hidupku

senyumku mengembang di kala aku bahagia
di saat ku masih bisa tertawa
si saat masih mampu memandang
semua terasa indah tiada kurang satu apapun

tapi..
begitu ku jatuh tersungkur di haribaan bumi
tak bisa bangkit dan berdiri di antara kedua kakiku
terasa berat rasanya beban di pundakku yang kecil dan lemah ini
tak bernyawa bagaikan sebuah daun kering yang pucat
diterbangkan angin tiada arahnya

berubahlah semuanya ternyata
tak seperti yang pernah kurasakan lagi
bagai prahara yang datang menerpa tiada henti
membuat sebuah jejak yang tak bisa untuk di hapuskan dari ceritaku
hancur lebur bak debu
memusnahkan setiap cerita-cerita indah yang prnah tertulis itu

hanya ada satu jawaban yang bisa dan mampu mengubah semua ini
sungguh hanya itulah akhir dari pencarian hidup

cinta

bintang...
aku ingin bertanya tentang cinta
apa benar dia putih seperti kapas?
apa betul dia bersih seperti susu?
apa wujudnya seperti engkau?

bintang...
aku ingin tahu arti cinta
apakah dia bisa mendengar pembicaraan kita?
apa benar dia punya hati nurani?
seperti apa rupanya?

bintang...
aku ingin mengerti tentang cinta
apa benar kata-kata orang kalau cinta itu buta?
bagaimana dia akan melihatku?
 apakah akan dia akan kesakitan saat dia tahu ternyata semua palsu?

aku ingin mengenal cinta itu lebih jauh dan lebih dalam lagi
tapi aku takut bila ternyata...
dia tak seputih salju
tak sebersih susu
tak punya hati
buta
disakiti

Monday, May 6, 2013

kupu-kupu baja

berjuta aral melintang dihadapanmu
walau engkau terlihat tegar dengan semuanya
namun itu tak membuat engkau kuat menghadapinya
tak bisa berhenti walau sejenak lagi
semuanya akan kujalani itu jawabmu

besarnya prahara silih berganti di hidup yang kau punyai
menyisakan sebuah cerita pilu dibalik senyummu
walau terliahat indah tapi tak mampu membiaskan mega mendung
hampa yang kau rasa kini semakin sempurna dengan datangnya badai itu
apakah engkau akan bertahan?
apakah engkau bisa?

jejak dan bayang-bayang kelabu yang mengiringi langkah kakimu
menuliskan sebuah cerita baru yang tak kunjung usai untuk diberitakan
entah kapan akan berakhir...

Tuesday, April 23, 2013

hampa

berjuta bintang yang bertaburan di jagat raya
menghantarkan sebuah kesan mendalam di raga
sejatinya indah tanpa gangguan rona bulan yang tersenyum
menghilangkan semua warna yang terlukis
semalaman yang pernah di jalani pun akan berlalu kelak
namun...
apa...
bagaimana...
bilaman semua itu hanyalah halusinasi belaka
tiada kedamaian yang terasa sedikitpun jua
apakah hanya menambah sesal di dada?

Tuesday, April 9, 2013

galau

bersedih kini diriku setelah semua impianku
yang ku tata rapi di haribaan senja dan kurajut di antara pelangi
melebur bersama semua angan yang tak kan pernah kuduga sebelumnya
hancur sudah

sesalku kini menghantui setiap jejak langkahku
seakan enggan untuk meninggalkanku sendiri bersama gelapnya malam
puing-puing kekalahan  kini menerpa membuat semakin sunyi kurasa
dian pun tak ingin lagi menyala untukku

hanya terdiam sajakah ku kini?