berjuang dibalik awan kelabu
menghampiri sang pemburu jejak yang usang dimakan waktu
melintasi jarum-jarum yang tiada henti berayun di atas noktah hitam
menandai setiap batas waktu yang ingin dihela bersama sang bayu
walau raga letih namun tak niat untuk berhenti
merelakan untuk musnah bersama pagi yang kan menjelang nanti
seolah ingin menjadi pemuja hati yang tak tahu entah dimana kini
berlari
tertatih
lelah
semangat namun tak kunjung padam
No comments:
Post a Comment